Cita-Cita Luhur

Cita-cita adalah kata yang sering kita dengar sejak kecil, cita-cita menurut saya adalah sebuah impian yang kita inginkan, ingin menjadi apa kita nanti ? Mungkin itulah definisi dari cita-cita. Cita-cita luhur berarti cita-cita yang tinggi dan terpuji.

Saat kecil kita sering ditanya “cita-cita kamu apa?”. Saat itu kita pasti menjawab ingin menjadi dokter, polisi, guru atau profesi yang lainnya. Saya pribadi ingin menjadi dokter, tapi beberapa setelah sekolah dasar  ingin menjadi penari balet, saat SMP ingin menjadi guru, keinginan itu terus berubah.

Sampai akhirnya saat saya akan masuk perguruan tinggi, saya yang semula ingin menjadi guru dan mengambil jurusan MIPA tapi akhirnya mengambil jurusan TEKNIK ELEKTRO yang jauh dari keinginan saya. Saya sangat tertarik pada matematika, fisika, dan kimia sejak kecil dan saya ingin menjadi ahli di bidang itu suatu saat nanti. Tapi kenyataannya saya mengambil teknik elektro yang jauh dari keinginan saya. Awalnya saya tidak ingin mengambil elektro karena itu bukan keinginan saya, melainkan keinginan ayah saya. Saat itu saya sempat marah kepada ayah saya karena ayah saya tidak mendukung cita-cita saya. Tapi lambat laun setelah saya kuliah, belajar di kelas, dan  mengenal teman-teman saya, saya menjadi nyaman walaupun mahasiswinya hanya empat orang termasuk saya.

Akhirnya saya menyadari bahwa cita-cita hanyalah keinginan yang kadang tidak dapat terealisasikan. Tapi cita-cita harus kita perjuangkan, karena dengan cita-cita kita dapat terpacu untuk menggapai sesuatu.

Dari kejadian itu saya sadar, bahwa melakukan apa yang diinginkan orang tua lebih baik dari pada mengikuti keinginan kita sendiri. Karena orang tua adalah orang yang selalu ingin anaknya bahagia, mereka melakukan apa saja agar anaknya bahagia. Mereka banting tulang mencari uang untuk biaya hidup dan sekolah anaknya. Mengingat itu semua saya malu sendiri karena pernah menolak keinginan ayah saya, walau pada akhirnya saya mengikuti keinginan beliau juga. Saya yakin ayah saya ingin saya mengambil elektro karena itu yang terbaik untuk saya. Manusia memang hanya bisa merencanakan tetapi yang menentukan tetap ALLAH SWT. Mungkin dengan masuk elektro kelak saya akan menjadi orang yang berguna dan sukses juga dapat membanggakan dan membuat orang tua saya bahagia.

Membanggakan dan membuat orang tua bahagia

Itulah yang sekarang menjadi cita-cita saya, keinginan saya, dan angan-angan saya. Ibu saya adalah orang yang telah mengandung saya selama 9 bulan, merawat dan menjaga saya sejak saya kecil hingga sekarang. Beliaulah orang yang selalu panik bila saya pergi sendirian, menangis bila saya sakit, bahagia bila saya mendapat prestasi, ada bila saya ingin bercerita, terlalu banyak apabila harus saya tulis apa yang dilakukan ibu saya di sini. Sedangkan ayah saya adalah orang yang membiayai sekolah saya.

Terlepas dari kedua orang tua saya, nenek, kakek, om, dan tante-tante saya pun berperan dalam kehidupan saya. Beliau-beliaulah yang selalu memberi saya semangat, menasehati saya bila saya salah. Sampai sekarang saya belum bisa membalas budi beliau-beliau, apalagi kepada kakek dan nenek saya, karena beliau sudah tiada.

Beliau-beliaulah inspirasi saya, yang memacu saya untuk menjadi diri yang lebih baik dan berusaha menggapai cita-cita yang diinginkan dengan segala keterbatasan yang saya miliki. Maka dari itu saya ingin sekali membuat beliau semua bahagia. Sampai kapan pun saya tidak akan bisa mengganti segala budi yang telah beliau beri. Saya tidak dapat mengganti air susu yang telah ibu saya beri, uang yang ayah saya beri, kasih sayang yang kakek dan nenek saya beri, semangat yang tiada henti yang om dan tante saya beri. Untuk saat ini saya hanya bisa menjaga nama baik beliau, mencoba memberi yang terbaik dengan belajar sungguh-sungguh, menjalankan hidup sesuai perintah agama(sesuai apa yang telah ALLAH jelaskan dalam Al-Quran dan Hadist). Dengan belajar sungguh-sungguh mudah-mudahan saya mendapat nilai yang maksimal dan menjadi yang terbaik di bidang ini, dengan hidup sesuai norma agama mudah-mudahan saya dapat menjadi anak yang shalehah yang dapat membantu orang tua, karena doa anak shaleh dan shalehah akan sampai kepada orang tuanya.

Bila saya sudah kerja nanti. Saya ingin membelikan rumah untuk orang tua saya, membawa beliau pergi haji, sesuai apa yang beliau inginkan. Saya akan berusaha semaksimal mungkin untuk membuat kedua orang tua saya bahagia. Saya ingin menjadi orang yang berguna untuk diri sendiri, orang lain, agama, bangsa, dan negara.

Mungkin itulah yang menjadi cita-cita luhur saya, yaitu membanggakan dan membahagiakan kedua orang tua saya serta menjadi orang yang berguna bagi diri sendiri, orang lain, agama, bangsa, dan negara.

Semoga saya dapat menggapai apa yang menjadi cita-cita saya. Semoga ALLAH SWT mengabulkan itu semua, karena berkat ALLAH lah sampai saat ini saya dapat hidup, melihat, benafas. Karena saya hanya dapat merencanakan dan ALLAH yang menentukan.

Terima kasih ya ALLAH atas semua nikmat yang telah diberikan kepada hamba.

Terima kasih mama..

Terima kasih papa..

Terima kasih papy..

Terima kasih mamy..

Terima kasih om..

Terima kasih tante..

Terima kasih untuk semua orang yang telah ada dalam hidup saya dan mendukung cita-cita saya..