1. Matikan lampu dan peralatan elektronik (lampu, televisi, komputer, stereo, mesin cuci, oven, hingga video game) bila tidak diperlukan: saat makan siang, rapat, pulang kantor, dst. Jangan meninggalkannya dalam keadaan stand-by. Mereka masih mengkonsumsi listrik!
2. Beli alat elektronik dengan model paling hemat energi.
3. Memasak air minum? Didihkan sesuai kebutuhan. Untuk mandi, gunakan pemanas tenaga matahari. Dan, dijaga jangan sampai air mengalir terus menerus.
4. Bersihkan saringan penghisap debu, termasuk saringan AC. Saringan yang tersumbat menyebabkan motor bekerja lebih berat sehingga menggunakan lebih banyak listrik.
5. Manfaatkan cahaya matahari dan angin yang alami secara optimal di siang hari. Buka jendela lebar-lebar. Nyalakan lampu saat menjelang sore. Jangan lupa lampu diganti dengan lampu hemat energi. Dan, lampu dijaga selalu bersih supaya terang dengan maksimal.
6. Pintu lemari es harus ditutup rapat dan hanya dibuka seperlunya. Isi lemari es secukupnya. Terlalu penuh akan menghalangi sirkulasi udara pendingin. Sama halnya ketika kita memasukkan makanan/minuman panas. Ini akan membuat kulkas bekerja lebih keras.

7. Atur suhu AC sesuai kebutuhan. Karena semakin dingin suhu semakin banyak energi listrik yang diperlukan.
8. Kurangi penggunaan AC. Daripada menggunakan AC, manfaatkan angin alam. Bukalah jendela lebar-lebar agar anginnya dapat masuk hingga ke dalam rumah.

9. Daya elektrik dari setrikaan cukup besar. Jadi, sebaiknya, menyetrikalah seminggu sekali untuk penghematan.

10. Operasikan AC dalam suhu minim untuk menghemat daya. Jika biasanya Anda mengatur suhu 16 atau 20, sebaiknya ubah suhu AC menjadi 25 derajat celcius. Ini merupakan suhu yang ideal dan tidak boros dalam pemakaiannya.
11. Gunakan mesin cuci hanya bila cucian Anda banyak. Atau, sesuai kapasitas. Lalu, isi air sesuai petunjuk. Gunakan panas matahari untuk pengeringan secara alami. Mesin cuci yang efisien mampu menghemat air hingga 1.500 liter per tahun. Hemat listrik, hemat air, hemat biaya!

12. Bersihkan bagian bawah setrika dari kerak/kotoran. Setrika otomatis lebih hemat listrik. Atur setrika listrik, sesuai dengan tingkat panas yang diperlukan.

13. Cegah kebocoran air pada kran atau pipa.

14. Pertimbangkan untuk membeli laptop dibanding desktop atau personal computer karena laptop lebih hemat 5 kali lipat dibanding desktop. Ketika Anda sudah memiliki desktop dianjurkan menggunakan layar monitor LCD dibanding CRT.
15. Ajari anak dan keluarga untuk hemat energi listrik.
16. Cabut charger ponsel saat indikator energi hp sudah penuh.
17. Gunakan energi gas lpg untuk memasak.

18. Bila perlu, atur “energy audit” secara berkala untuk gedung Anda. Para ahli energiakan menganalisa kapan dan dimana saja terjadi pemborosan energi dan apa yang bisa dilakukan agar energi tersebut bisa digunakan secara lebih efisien. Audit ini biasanya gratis. Termasuk audit untuk proses produksi dan kendaraan yang dipakai oleh semua pemakai gedung.

Sumber :
http://blog-artikel-menarik.blogspot.com/2008/04/12-cara-menghemat-listrik.html
http://www.lienaaifen.com/tips-n-triks/cara-menghemat-listrik/
http://instalasilistrik.net/10-tips-cara-menghemat-listrik-pln/